selamat datang... jangan lupa tinggalkan komentar :) boleh copast asalkan cantumkan sumber yang jelas! Ok! :)

Jumat, 08 Januari 2016

makalah dampak globalisasi dibidang pendidikan



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang                                        
Arus globalisasi yang semakin pesat telah membuat jarak antar negara seakan tak berarti lagi. Pada masa sekarang ini, tak sulit untuk anak nelayan terpencil mengetahui kejadian robohnya gedung WTC di America Serikat dalam hitungan jam. Kemajuan teknologi yang semakin pesat sebagai dampak dari globalisasi ternyata juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan Indonesia. Home schooling, virtual learning dan program-program pendidikan import lainnya yang mulai diterapkan di Indonesia sebagai akibat dari cepatnya akses internet. Globalisasilah yang telah memberikan insipirasi-inspirasi baru tersebut untuk mengadopsi program-program pendidikan dari luar Indonesia.. Belum lagi musim internasional yang akhir-akhir ini melanda Indonesia, Pengadaan sekolah-sekolah bertaraf internasional sedang booming digalakkan. Tidak hanya pada tingkat sekolah menengah bahkan taman kanak-kanakpun telah di program menjadi sekolah bertaraf internasional. Les bahasa inggris, mandarin, computer semua tersedia di sekolah. Fenomena tersebut tak lain, adalah akibat dari globalisasi.
Perubahan kurikulum pendidikan yang berkali-kali juga merupakan dampak dari pesatnya arus globalisasi. Pesatnya arus globalisasi menyebabkan pemerintah harus bergerak cepat mengubah kurikulum pendidikan yang lama yang dianggap ketinggalan jaman dengan kurikulum yang baru yang dianggap sesuai dan mampu menjawab tantangan global. Hal ini, dikarenakan dunia pendidikan adalah salah satu sector penting dalam suatu Negara yang menopang berdirinya suatu Negara. Kehancuran dunia pendidikan merupakan langkah awal kehancuran suatu Negara. Kegagalan bangsa Indonesia di masa lampau mempertahankan kedaulatan negaranya, dikarenakan pendidikan rakyatnya yang lemah.
1.2 Permasalahan
1.      Bagaimanakah dampak globalisasi tehadap dunia pendidikan Indonesia ?
2.      Sikap apa yang harus diambil oleh masyarakat pendidikan indonesia terhadap globalisasi yang berdampak pada perkembangan dunia pendidikan indonesia?
I.2  Tujuan
1.      Untuk mengetahui dampak globalisasi terhadap dunia pendidikan indonesia.
2.      Untuk mengetahui sikap masyarakat pendidikan dalam menghadapi globalisasi yang berdampak pada perkembangan dunia pendidikan Indonesia .



















BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Pengertian Globalisasi
Istilah Globalisasi, pertama kali digunakan oleh Theodore Levitt tahun 1985 yang menunjuk pada politik-ekonomi, khususnya politik perdagangan bebas dan transaksi keuangan. Menurut sejarahnya, akar munculnya globalisasi adalah revolusi elektronik dan disintegrasi negara-negara komunis. Kata "globalisasi" sendiri diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Maksudnya lingkupnya meliputi seluruh dunia. Menurut John Huckle, globalisasi adalah suatu proses dimana kejadian, keputusan dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh.
Sementara itu, Prijono Tjiptoherjanto mengemukakan bahwa konsep globalisasi pada dasarnya menagcu pada pengertian ketiadaan batas Negara. Berdasarkan pendapat tersebut, sehingga globalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya kedalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar.
Mitos yang hidup selama ini tentang globalisasi adalah bahwa proses globalisasi akan membuat dunia seragam. Proses globalisasi akan menghapus identitas dan jati diri suatu bangsa. Hal ini dipertegas oleh pernyataan yang berbunyi, “Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia.” (Sujiyanto, 2007:97). Untuk itu, Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

2.2  Globalisasi dan Pendidikan
Pendidikan di sekolah pada masa lampau berarti guru. Guru sebagai pusat atau sumber utama dalam pendidikan. Bahkan sayling Wen menuturkan bahwa “guru mampu mempengaruhi pemikiran seorang siswa, cara pandangnya, dan perilakunya seumur hidup.” (Sayling Wen, 2003:100). Tetapi sejak globalisasi masuk ke Negara-negara dunia termasuk Indonesia, kedudukan guru bergeser. Guru tak lagi menjadi pusat dalam pendidikan. Kemajuan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
1. Proses Belajar Mengajar Tradisioanal. Guru Sebagai Sentral Ilmu Pengetahuan
Di zaman yang berbeda-beda, tuntutan terhadap talenta dan spesialisasi individu juga berbeda-beda. Zaman agricultural adalah masa bekerja keras dan mencari nafkah lewat kerja fisik. Zaman industry menuntut standarisasi dan tidak menekankan kualitas dan talenta individual. Tetapi zaman internet, seperi sekarang ini, merupakan zaman untuk membebaskan kualitas-kualitas individu yang sering tertindas di zaman industry. Sehingga perlu pendidikan perlu mengadakan system perubahan. Jika tidak, belajar di sekolah bisa menjadi upaya sia-sia tanpa maksud dan tujuan yang jelas. Untuk itu, revolusi-revolusi baru telah diterapkan dalam dunia pendidikan Indonesia, termasuk pengubahan kurikulum dari kurikulum 1994, guru sebagai pusat pembelajaran menjadi kurikulum berbasis kompetensi dan kurikulum satuan tingkat pendidikan dengan penerapan CBSA (cara belajar siswa aktif), yaitu siswa diikutsertakan dalam proses belajar mengajar.
2. Siswa dituntut berperan aktif dalam proses belajar mengajar.
·      Dampak Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan
Dalam dunia pendidikan Indonesia , globalisasi membawa banyak dampak dan efek. Dampak tersebut tak hanya bersifat positif tapi juga berdampak negatif.

2.3  Dampak Positif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia
a.       Pengajaran Interaktif Multimedia
Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola pengajaran pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet dan computer.
Apabila dulu, guru menulis dengan sebatang kapur, sesekali membuat gambar sederhana atau menggunakan suara-suara dan sarana sederhana lainnya untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi. Sekarang sudah ada computer. Sehingga tulisan, film, suara, music, gambar hidup, dapat digabungkan menjadi suatu proses komunikasi.
b.      Penyampaian Materi dengan bantuan komputer
Dalam fenomena balon atau pegas, dapat terlihat bahwa daya itu dapat mengubah bentuk sebuah objek. Dulu, ketika seorang guru berbicara tentang bagaimana daya dapat mengubah bentuk sebuah objek tanpa bantuan multimedia, para siswa mungkin tidak langsung menangkapnya. Sang guru tentu akan menjelaskan dengan contoh-contoh, tetapi mendengar tak seefektif melihat. Levie dan Levie (1975) dalam Arsyad (2005) yang membaca kembali hasil-hasil penelitian tentang belajar melalui stimulus kata, visual dan verbal menyimpulkan bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali, dan menghubung-hubungkan fakta dengan konsep.
c.       Perubahan Corak Pendidikan
Mulai longgarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara. Tuntutan untuk berkompetisi dan tekanan institusi global, seperti IMF dan World Bank, mau atau tidak, membuat dunia politik dan pembuat kebijakan harus berkompromi untuk melakukan perubahan. Lahirnya UUD 1945 yang telah diamandemen, UU Sisdiknas, dan PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) setidaknya telah membawa perubahan paradigma pendidikan dari corak sentralistis menjadi desentralistis. Sekolah-sekolah atau satuan pendidikan berhak mengatur kurikulumnya sendiri yang dianggap sesuai dengan karakteristik sekolahnya.
d.      Kemudahan Dalam Mengakses Informasi
Dalam dunia pendidikan, teknologi hasil dari melambungnya globalisasi seperti internet dapat membantu siswa untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta sharing riset antarsiswa terutama dengan mereka yang berjuauhan tempat tinggalnya.       
e.       Pembelajaran Berorientasikan Kepada Siswa
Dulu, kurikulum terutama didasarkan pada tingkat kemajuan sang guru. Tetapi sekarang, kurikulum didasarkan pada tingkat kemajuan siswa. KBK yang dicanangkan pemerintah tahun 2004 merupakan langkah awal pemerintah dalam mengikutsertakan secara aktif siswa terhadap pelajaran di kelas yang kemudian disusul dengan KTSP yang didasarkan pada tingkat satuan pendidikan. Di dalam kelas, siswa dituntut untuk aktif dalam proses belajar-mengajar. Dulu, hanya guru yang memegang otoritas kelas. Berpidato di depan kelas. Sedangkan siswa hanya mendngarkan dan mencatat. Tetapi sekarang siswa berhak mengungkapkan ide-idenya melalui presentasi. Disamping itu, siswa tidak hanya bisa menghafal tetapi juga mampu menemukan konsep-konsep, dan fakta sendiri.

2.4 Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia
a. Komersialisasi Pendidikan
Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis. John Micklethwait menggambarkan sebuah kisah tentang pesaingan bisnis yang mulai merambah dunia pendidikan dalam bukunya “Masa Depan Sempurna” bahwa tibanya perusahaan pendidikan menandai pendekatan kembali ke masa depan. Salah satu ciri utamanya ialah semangat menguji murid ala Victoria yang bisa menyenangkan Mr. Gradgrind dalam karya Dickens. Perusahaan-perusahaan ini harus membuktikan bahwa mereka memberikan hasil, bukan hanya bagi murid, tapi juga pemegang saham.(John Micklethwait, 2007:166).
Kasus kampus UTS tahun 2008 lalu, merupakan bukti nyata kemrosotan nilai-nilai luhur dalam pendidikan. Gelar dapat diperoleh dengan harga murah. Tanpa harus mengikuti proses belajar mengajar yang sesuai prosedur. Munculnya sekolah-sekolah swasta elit yang bersaing menawarkan terobosan-terobosan baru dalam dunia pendidikan yang kebanyakan hanya sebagai media bisnis. Karena mereka menyodorkan terobosan dalam dunia pendidikan dengan imbalan uang yang tak sedikit jumlahnya.
b. Bahaya Dunia Maya
Dunia maya selain sebagai sarana untuk mengakses informasi dengan mudah juga dapat memberikan dampak negative bagi siswa. Terdapat pula, Aneka macam materi yang berpengaruh negative bertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun, termasuk siswa. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Contohnya, 6 Oktober 2009 lalu diberitakan salah seorang siswi SMA di Jawa Timur pergi meninggalkan sekolah demi menemui seorang lelaki yang dia kenal melalui situs pertemanan “facebook”. Hal ini sangat berbahaya pada proses belajar mengajar.
c. Ketergantungan
Mesin-mesin penggerak globalisasi seperti computer dan internet dapat menyebabkan kecanduan pada diri siswa ataupun guru. Sehingga guru ataupun siswa terkesan tak bersemangat dalam proses belajar mengajar tanpa bantuan alat-alat tersebut.
2.5   Sikap Masyarakat Pendidikan Indonesia Terhadap Globalisasi
Berdasarkan pembahasan pada sub bab sebelumnya, globalisasi merupakan sebuah keniscayaan. Selalu menampakkan dua wajah yang berbeda, yaitu globalisasi yang menampakkan wajah positif dan dampak negatif.
Dampak positif dapat diterima untuk menambah daftar kekayaan dalam dunia pendidikan Indonesia. Sedangkan untuk dampak negative, Menolak dan menghindarinya sangatlah tidak mungkin dilakukan, yang bisa dilakukan adalah mengeliminasi dan mereduksi dampak negative tersebut. Untuk menghadapi dampak negatif globalisasi terhadap dunia pendidikan Indonesia, diperlukan sikap tegas dari masyarakat pendidikan itu sendiri, yaitu:
Menjadikan Pancasila Sebagai Acuan Pancasila selain sebagai landasan ideologi bangsa Indonesia, juga berperan sebagai filter. Pengaruh-pengaruh dari luar Indonesia, disaring. Kemudian dikalasifikasikan kedalam dua golongan :
1)      Golongan pertama adalah golongan yang sesuai dengan watak dan kepribadian bangsa Indonesia. Golongan pertama ini merupakan golongan yang diterima dan dikembangkan, agar benar-benar sesuai dengan watak dan kepribadian bangsa Indonesia.
2)      Golongan kedua adalah golongan yang tidak sesuai dengan watak dan kepribadian bangsa Indonesia. Sehingga perlu ditindak lanjuti untuk mengurangi bahayanya bagi bangsa Indonesia. Menjadikan Pelajaran-Pelajaran Moral sebagai Pelajaran Wajib Pelajarn-pelajaran yang menjurus pada pembekalan moral dan perbaikan akhlak (seperti pendidikan agama, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan) hendaklah dijadikan pelajaran wajib dalam penyusunan kurikulum. Sehingga siswa tidak hanya dituntut pandai dalam keilmuan atau spesialisasi dalam bidang-bidang tertentu tetapi juga memiliki moral dan akhlak yang baik yang tercermin pada setiap tingkah laku maupun ucapannya.













BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Globalisasi merupakan suatu proses. Tidak terjadi secara spontan. Globalisasi ditandai dengan kaburnya batas geografis antar negara. Dunia menjadi seperti sebuah kompleks perumahan. Sehingga informasi sekecil apapun dapat tersebar dengan segera. Geliat globalisasi tak hanya terlihat dalam dunia ekonomi, teknologi, komunikasi, transportasi serta politik Indonesia , tetapi juga mulai masuk dalam dunia pendidikan Indonesia. Globalisasi tak hanya membawa angin segar terhadap dunia pendidikan Indonesia karena telah memberi inspirasi kepada masyarakat pendidikan Indonesia untuk menciptakan terobosan-terobosan baru serta kemudahan-kemudahan dalam pengajaran. Tetapi juga memberikan dampak-dampak yang harus segera dihentikan agar tak semakin melebar bahayanya. Untuk mengatasi dampak-dampak negatif tersebut diperlukan sikap tegas yaitu dengan menjadikan pancasila sebagai filter yang mampu menyaring setiap pengaruh dari luar yang masuk ke Indonesia serta memberikan bekal moral terhadap siswa-siswa agar tak hanya pandai dalam suatu bidang keilmuan tetapi juga berakhlak.

DAFTAR PUSTAKA

http://atikatikahardiana.blogspot.com/2012/05/dampak-globalisasi-terhadap-pendidikan.html 


semoga bermanfaat....

Rabu, 29 April 2015

Letter All Of You



Letter all of you
Selamat pagi!  
Selamat siang!
Selamat sore! 
Selamat malam!
Saya harap kamu membaca ini di tengah-tengah waktu mu yang sibuk,  jika kamu punya waktu senggang cobalah untuk sekedar melirik tulisan ini…

Apa kabar?,,, 
Saya harap kamu baik-baik saja disana, selalu sehat dan sejahtera baik dalam senang maupun duka. Emm ngomomg-ngomong sudah lama sejak peristiwa itu  kita tak bertukar kabar, apakah ada yang salah dengan ucapanku waktu itu? Karena terhitung sejak beberapa detik setelah  menyapamu, kamu tak sekalipun perduli apalagi membalasnya. Adakah yang salah dengan apa yang saya lakukan?
Tenang saja, sejauh ini saya tak kenapa-napa, saya ikhlas dan rela melepaskan itu semua,,
Berkatmu saya belajar menjadi wanita sesungguhnya lebih cepat dari perkiraan saya sebelumnya, menjadi wanita sesungguhnya yang belum pernah terpikirkan sedikitpun oleh saya. Walaupun tak secara gambalang kamu jelaskan, tapi saya bisa memahaminya dari setiap kata yang kamu ucapkan. Sungguh ini pelajaran yang amat sangat berarti.
Kamu telah membuka dunia yang selama ini belum saya ketahui, kamu membuka semua tabir itu, sekat-sekat itu. Sekat keragu-raguan yang semula selalu bertengger kuat dalam benak saya. Saya kira setiap wanita harus hidup seperti itu karena takdirnya yang akan menjadi seorang ibu, namun pandanganmu berbeda  dan saya terpengaruh dengan gagasan itu. Terimakasih..
Berkat kamu pula saya bisa melupakan ia yang dahulu sulit untuk saya tinggalkan, tak sadar posisimu sedikit demi sedikit menggeser perannya. Hmm,, terlalu banyak yang sudah kamu rubah dalam diri saya, membuat saya lebih dewasa dan bijaksana. Sekali lagi terimakasih,,,
***
Tidak banyak yang saya ingin ucapkan. Namun tetap, kamu hanya laki-laki biasa yang seenaknya berbicara. Adaikan kamu tahu bahwa makna dari setiap kata-kata yang kamu ucapkan melahirkan makna-makna ambigu yang membuat saya kadang merasa frustasi karena bingung dan dilema. Sesungguhnya saya tidak suka dengan laki-laki yang suka berkata dusta sekalipun itu untuk menghibur atau bercanda. Karena wanita biasa seperti saya kadang mudah terayu dengan kata-kata masam itu.
Akh baiklah, lupakan semua itu. Ternyata kamu sama dengan laki-laki yang salah lainnya. Tuhan selalu mempertemukan saya dengan pria yang salah sebelum pada akhirnya dipertemukan dengan pria yang benar supaya saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap pria yang singgah itu. Dan, kamulah satu diantara laki-laki yang salah tersebut.

                Sejak kamu selalu diam di tempat, sejujurnya saya merasa sangat kehilangan dan merasakan kerinduan yang sunguh sangat. Namun apalah daya kamu selalu bersikap masa bodoh, lebih-lebih lagi tak pernah menganggap saya ada. Barangkali kamu sudah jenuh atau bahkan bosan dengan semua pembicaraan yang sering kita bicarakan. Tak mengapa kalau bosan, saya benar-benar bisa memahaminya. Saya pun sering melakukan hal ini pada laki-laki lain. Mengetahui kamu yang tak lagi perduli saya berprinsip “kalau kamu gak ngasih kabar berarti kamu nggak butuh, nanti juga kalau butuh datang sendiri.” Ya! Sesimpel  itu, karena kadang hati harus diberi pengertian agar semua organ tubuh baik-baik saja. Dan hasilnya tak terlalu buruk, bisa dibilang mengesankan.
                Dan sekarang, kamu sudah benar-benar pergi. Saya sudah mengikhlaskan apa yang bukan milik saya. Mungkin kamu terlalu baik atau mungkin juga terlalu buruk untuk saya, walau bukan perkara mudah sebab sulit sekali meyakinkan hati ini bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun nyatanya saat ini saya cukup membaik bahkan termat baik. Bahkan diluar dugaan ternyata saya bisa move on dalam waktu yang singkat. Entah kenapa kali ini saya bisa melakukannya dengan baik, padahal kalau dipikir-pikir ini masalah yang cukup besar untuk dilalui. Sudahlah! Tak banyak yang ingin saya katakana.
                Terakhir, kamu memang orang yang baik, sangat amat baik, saya tahu itu dan saya percaya itu. Tapi sedikit pesan saya, bisakah kamu sedikit menjaga ucapanmu saja? Sekecil apapun kebohongan dalam setiap candaan atau lelucon yang kamu buat suatu hari bisa membuat orang lain kecewa atau bahkan sakit hati. Tolong ingat itu!
                Sekali lagi terimakasih karna kamu, saya tahu bagaimana jenuhnya menunggu dan bagaiman sakitnya berharap. Semua itu akan saya ingat dengan baik. Semoga kamu menemukan sosok feminine yang kamu inginkan, semoga kamu bahagia!!!
               
Semua berakhir sejak saat ini, bahkan detik ini juga,,
Jumat, 24/04/15 – 09.36 PM

Senin, 06 April 2015

Kerinduanku



Sekeras apapun aku memanggilmu, kamu tak akan pernah menyadari betapa rindu ini sungguh menggerogoti hatiku…
Sedalam apapun rindu ini sungguh sia-sia karena kamu tak pernah tahu betapa aku sangat tersiksa dengan perasaan ini..
Kamu juga tak akan pernah tahu bagaimana rasanya merindu, karena aku tak akan pernah mengatakannya padamu…
Ya, sebagaiman takdirku sebagai seorang wanita, aku tak mungkin berkata panjang lebar tentang rindu yang perlahan mengikis air mata ini, ada bongkahan rasa yang mengunci mulutku untuk tetap diam. Ku harap kau menyadari tentang rindu yang kurasa…
Namun nyatanya kamu tak pernah hadir sedikitpun untuk mengobati rindu yang sungguh memuncah ini. Entah apa alasanmu melakukan ini semua hingga membuatku tak berdaya…
Harusnya kau tahu betapa tersiksanya aku mengais puing-puing hati ini saat kau benar-benar pergi entah kemana. Haruskah aku menunggu? Haruskah?... tak taukah kamu, sudah berapa lama waktu yang aku buang hanya untuk kau seorang? Sudah sangat banyak sayang,,, bahkan sudah terlampau sangat amat banyak hingga aku tak bisa lagi menghitung detik demi detik yang akan tersisa… ya, apalah aku yang hanya kamu anggap wanita biasa… entah aku harus bagaimana lagi???
Adakah keajaiban yang membuat semua ini kembali membaik ? ,,, Ku harap masih ada atau memang jika tak ada, aku tak akan memaksa. Hanya satu pintaku, Tuhan mohon tarik kembali rindu ini hingga tak ada lagi rasa yang amat aneh seperti ini. Tuhan, mohon kembalikan segalanya tentang dia seperti sediakala… sebagaiman  dahulu saat aku mengganggapnya tak lebih dari laki-laki biasa, seseorang yang biasa.
Karena,, aku tak mungkin terkatung-katung menunggu sesuatu yang tak pasti seperti ini…

Malam minggu membiru
3/12/2015

Minggu, 01 Februari 2015

Seleksi Beastudi ETOS 2015

Bagi anda para pencari beasiswa tidak mampu untuk melanjutkan kuliah, mungkin ini salah satu beasiswa yang anda cari

Deadline: 28 Februari
Untuk seluruh siswa/i SMA/Sederajat se-Indonesia
Beastudi Etos ada di 16 PTN. UNSIYAH, USU, UNIV ANDALAS, UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, UI, IPB,ITB, UNPAD, UNDIP,UNAIR, ITS, UNIBRAW, UGM, UNMUL, UNHAS, dan UNPATI
Fasilitas Beasiswa :
  1. Bantuan biaya pendidikan selama 8 semester
  2. Uang Saku
  3. Asrama Mahasiswa selama 3 tahun
  4. Pembinaan selama 4 tahun (tahun ke 4 pembinaan persiapan pasca Kampus)
  5. Support prestasi dalam dan luar negeri
  6. Bantuan biaya penelitian skripsi
  7. Pembuatan pasport
Persyaratan :
  1. Surat Keterangan Tidak Mampu
  2. Slip Gaji/ Surat Keterangan Penghasilan Orangtua dari Wali Nagari/ Ketua RT/RW / Ketua Pengurus Mesjid setempat dengan Cap Stempel
  3. Fotocopy Rapor Semester 1-5 atau Ijazah bagi yang sudah lulus SMA/sederajat
  4. KTP/ Kartu Identitas
  5. Fotocopy Kartu Keluarga
  6. Pas Photo terbaru warna 3×4 2 buah
  7. Fotocopy Rekening Listrik bulan terakhir
  8. Foto Rumah Tampak Keseluruhan (Ruang tamu, ruang tidur, dapur, kamar mandi, halaman depan dan belakang)
  9. Mengisi Formulir Pendaftaran, download di www.beastudiindonesia.net / ambil ke Sekretariat Beastudi Etos terdekat
  10. Tulisan tentang perjalanan hidup (*minimal 2 halaman A4)
Pendaftaran juga bisa secara online melalui website www.bit.ly/SELEKSI-ETOS

info lebih lengkap bisa kunjungi
http://beastudiindonesia.net/id/kategori-artikel/beastudi-etos-58/598-seleksi-beastudi-etos-2015